..blogspot ku haru biru..

 ..help me please!!!!..
http://www.smileycodes.info


..blog post ade dua..
..camne nk buang satu tu?? ..
..tak suka yang teramat sgt dah nie..
http://www.smileycodes.info


Read More

Bila Al-Quran Mula Bersuara


www.iluvislam.com
di hantar oleh : siti noor haizum
editor : n13@m

Waktu engkau masih kanak-kanak,kau laksana kawan sejatiku dengan wudu’, Aku kau sentuh dalam keadaan suci, Aku kau pegang Aku,kau junjung dan kau pelajari.Aku engkau baca dengan suara lirih atau pun keras setiap hari setelah selesai engkau menciumku mesra.

Sekarang,engkau telah dewasa…Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku.Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal sejarah…? Menurutmu, mungkin aku bahan bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu Atau, menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji.

Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali, sehingga engkau lupa di mana Aku tersimpan Aku sudah engkau anggap hanya sebagai pengisi setormu. Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti iblis dan syaitan.Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian, kesepian.

Di dalam almari, di dalam laci, aku engkau pendamkan. Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Di waktu petang, Aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.. Sekarang…seawal pagi sambil minum kopi…engkau baca surat khabar dahulu waktu lapang engkau membaca buku karangan manusia.Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Azzawajalla, Engkau engkau abaikan dan engkau lupakan.

Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku(Bismillah). Di dalam perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi.Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di dalam keretamu Sepanjang perjalanan,radiomu selalu tertuju ke stasyen radio kesukaanmu mengasyikkan. Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja Di Komputermu pun kau putar musik kegemaranmu.

Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku.E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau abaikan Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu,Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah benar-benar hampir melupaiku Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata berjam-jam di depan TV. Menonton siaran telivisyen. Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah.Waktupun cepat berlalu………

al-quran


Aku semakin kusam dalam laci-laci mu Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika membacaku Atau waktu kematian saudara atau taulan mu Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya..

Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat menolong kamu? Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku menolong mu Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu… Setiap saat berlalu… Dan akhirnya…kubur yang setia menunggu mu…Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati… Di kuburmu nanti….

Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan. Yang akan membantu engkau membela diri Dalam perjalanan ke alam akhirat. Dan Akulah “Al-Qur’an”,kitab sucimu Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu. Peganglah Aku kembali.. .. bacalah aku kembali setiap hari. Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-ayat suci. Yang berasal dari Allah Azzawajalla Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu.

Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu..Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu. Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu. Sentuhilah Aku kembali… Baca dan pelajari lagi Aku…Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari walau secebis ayat seperti dulu.Waktu engkau masih kecil Di surau kecil kampungmu yang damai Jangan aku engkau biarkan aku sendiri…. Dalam bisu dan sepi….

Read More

saya suka tengok..!!


Saya suka tengok jari awek saya...
Cantik betul... Sungguh!
Sampai takut nak pegang...
Bukan takut patah...
Tapi takut nanti jari kitorang tak boleh tolong each other
Di satu hari yang forever depan yang maha Esa...

Saya suka tengok rambut awek saya...
Cantik betol... Sungguh!
Sebab tu saya belikan tudung...
Bukan sebab jeles orang lain tengok jugak....
Tapi takut nanti terbakar dek api neraka
Di suatu hari yang forever
http://www.emocutez.com
Saya suka tengok body awek saya...
Cantik betol... Sungguh!
Sebab tu saya belikan dia telekong
Supaya mase die jumpa dengan Kekasih die Yang Utama
Dia lagi cantik dan berseri menghadap Nya.
Saya pun tumpang dapat pahala. Pheh syoknye...

Saya sedih tengok awek saya
Tak tido, tak makan rindu kat saya...
Saya pun macam tu jugak,
Ada problem yang sama..
Die tanya apa ubatnya?
Saya pun bagi die Quran untuk penenang jiwa...
Semoga lebih cintakan Nya dari saya...

Saya sedih tengok awek saya
Selalu pesan macam-macam kat saya...
"Makan, minum, drive elok-elok tau..
Nanti awak sakit saye susah ati bla bla bla bla" katenya...
Tapi bila tengok movie sama-sama burn asar maghrib gitu
Die tak kata satu aper pun...
Berdosanye saya....

Kesimpulannya saya memang sayang dia...http://www.emocutez.com
Nak jumper die forever...
Yang forever punye forever...
Di dunia dan akhirat terutamanya,
Janji nak share heaven sama-sama...
Bahagia selamanya...

Semoga kami saling mengingati,
Dosa sendiri pun infiniti...
Nak tanggung dosa dia lagi pulak lepas ni...
Semoga kami menginsafi diri...
Ya Allah ampunkanlah kami....
Semoga kami dapat bersama selamanya nanti...

P/S - andai anda seorang wanita muslimah...
Mesti seronok kan kalau pasangan anda berfikiran camtu...
Then kalu anda seorang muslim...
Apa kata tanamkan dalam hati camtu...
Cinta tu anugerah Allah...
Pandai-pandai la kita menjaga nikmat Allah itu ye...
Semoga saya pun ambik iktibar gak...

Read More

paradigm

What is programming?

·         The designing, scheduling, or planning of a program, as in broadcasting.
·         The writing of a computer program.
·         Telling a computer how to do certain things by giving it instructions.
·         These instructions are called programs.
·         A person who writes instructions is a computer programmer.
·         These instructions come in different languages; they are called programming languages
 http://www.emocutez.com
What is paradigm?

·         One that serves as a pattern or model.
·         A set or list of all the inflectional forms of a word or of one of its grammatical categories: the paradigm of an irregular verb.
·         A set of assumptions, concepts, values, and practices that constitutes a way of viewing reality for the community that shares them, especially in an intellectual discipline.

What is programming paradigm?

·         Fundamental style of computer programming. (Compare with a methodology, which is a style of solving specific software engineering problems.)
·         Paradigms differ in the concepts and abstractions used to represent the elements of a program (such as objects, functions, variables, constraints, etc.) and the steps that compose a computation (assignment, evaluation, continuations, data flows, etc.).

Explain the languages evaluation criteria above in programming paradigm context.

Readability :  the ease with which programs can be read and understood
Writability :  the ease with which a language can be used to create programs
Reliability   :  conformance to specifications (i.e., performs to its specifications)
Cost         :  the ultimate total cost
Portability      : the ease with which programs can be moved from one implementation to
                           another

Ø  Readability
v  Overall simplicity
v  Too many features is bad (large learning curve)
v  Too few features is bad (e.g., assembly language)
v  Multiplicity of features is bad (more than one way to do something) all do (basically) the same thing.
v  Example :
ü      count = count + 1;  count += 1;  count++;  ++ count;
v  Operator Overloading
ü      can reduce readability if users overload too much
v  Regularity (rules with no exceptions) is good.

*        Orthogonality
·                A small set of primitive constructs can be combined in a relatively small number of ways to build the control and data structures of the language.
·                every possible combination of primitives is legal and meaningful.
·                example:
§  four primitive types:  int, float, double, char
§  two type operators:  array, pointer
·                type operators can be applied to themselves and the primitives.
·                if did not allow pointers to point to arrays, would limit the possible data structures.
·                Makes the language easy to learn and read
·                Meaning is context independent
·                A relatively small set of primitive constructs can be combined in a relatively small number of ways
·                Every possible combination is legal
·                Lack of orthogonality leads to exceptions to rules

Ø  Writability
v   a measure of how easily a language can be used to create programs for a chosen problem domain.
v   must compare language writability in context of target problem domain
v   COBOL and Fortran are better for different domains
v   Factors:
§  Simplicity and orthogonality
ü large languages hard to understand and use correctly
ü better to have small number of primitive constructs and consistent set of rules (orthogonality)
ü too much orthogonality:  anything goes; hard to catch mistakes
§  Support for abstraction
ü ability to hide detail
ü two areas of abstraction:  process and data
ü process:  subprograms and modules
ü data:  struct’s, records, objects
§  Expressivity
ü shortcuts (x++ instead of x = x + 1;)

Ø  Reliability
v  A reliable program performs to its specifications under all conditions.
v  Factors:
*  Type checking
*  Exception handling
§  present in Ada, C++, Java, not in C or Fortran
*  Aliasing
§  two variables point to same memory (thing pointers). 
§  dangerous
*  Readability and writability
§  writability:  can force unnatural approach
§  readability affects maintainability
http://www.emocutez.com

Ø  Cost
v  Categories
·         Training programmers to use language (simplicity and orthogonality)
·         Writing programs (writability and appropriateness for the problem)
·         Compiling programs (speed, accuracy, etc.)
·         Executing programs (efficiency)
*      compile time vs optimization
·         Language implementation system (Java is free; Ada originally expensive)
·         Reliability
·         Maintaining programs (readability)

v  Other Categories:
·         portability
·         generality (good for many problem domains)
·         well-definedness
v  Most important Categories:
·         program development
·         maintenance
·         reliability
v  these depend on readability and writability
 http://www.emocutez.com






Read More

~diam lebih baik~~


Banyak Kelebihannya berdiam diri. Orang yang pendiam itu lebih baik daripada orang yang suka berbicara yang tidak keruan. Baik perangai dan pendiam , kedua-duanya adalah sifat yang baik dan tidak susah mengerjakannya, asalkan hati menyuruh empunya diri berbuat demikian. 

Nabi SAW bersabda : "Mahukah kamu aku khabarkan kepadamu, dengan semudah-mudah ibadat dan sesenang-senang atas tubuh,ialah diam dan baik perangai." 
(Riwayat Ibnu Abiddunya dari Shafwan bin Salim). 

Jika tidak dapat berkata-kata yang baik lebih baik mendiamkan diri. Berkata baik itu hendaklah kepada semua orang .Ketika Nabi SAW disarankan agar mengutuk orang-orang musyrik,baginda menjawab : "Aku tidak diutuskan untuk (melemparkan) kutukan,tetapi sesungguhnya aku diutuskan sebagai (pembawa) rahmat." 
(Riwayat Bukhari dan Muslim) 

Demikian juga kepada orang bawahan sama ada kerana usia atau pangkat. Anas r.a , pembantu rumah tangga Nabi SAW berkata: "Aku membantu rumah tangga Nabi SAW selama sepuluh tahun dan belum pernah baginda mengeluh " Ah!" terhadapku dan belum pernah beliau menegur ,kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini? " 
(Riwayat Ahmad) 

Ingatlah kepada sabda Nabi SAW : "Seorang Mukmin bukanlah pengumpat ,yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor" 
(Riwayat Bukhari) 

"Barangsiapa yg banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yg banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. dan barangsiapa yg banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya". 
(Riwayat Abu Naim) 

Jelaslah bahawa, ada hikmah yang tersembunyi di sebalik 'diam', usah gusar di label 'budak yang pendiam'. 
Kalau orang menghina kita, bukan kita terhina, 
yang sebenarnya orang itu menghina dirinya sendiri. 

http://www.smileycodes.info

Diam orang mukmin itu ibadah, 
Ibadah tanpa perbuatan, 
Ibadah rasa, 
Ibadah ini tidak meletihkan, 

Kadang-kadang ibadah ini lebih baik daripada ibadah sunat, 
Yang hatinya didalam kelalaian, 
Macamana orang mukmin itu diamnya menjadi ibadah? 

Kadang-kadang memikirkan dosanya, 
Kadang-kadang memikirkan apa kebaikan yang nak dibuat, 
Kadang-kadang memikirkan nak menolong kawan, 
Kadang-kadang dia terasa kebesaran Tuhan, 

Atau dia meniatkan, dia diam itu, 
Tidak mahu bercakap yang bukan-bukan, 
Kadang-kadang dia diam itu, 
kalau dia bercakap, 
Takut dia melakukan kesalahan, 
Seperti dia mengumpat atau, 
Kalau dia bercakap, takut-takut menyakiti hati orang, 
Atau dia diam itu, menghormati percakapan orang, 

http://www.smileycodes.info
Mungkin orang itu bercakap baik dapat pengajaran, 
Atau dia hendak mengenal orang yang bercakap itu, 
Baik atau jahat, 
Dia biarkan saja orang itu bercakap, 
Dan mendengar sahaja, 
Kerana nak mengenal orang itu, 

Kadang-kadang dia diam itu memikirkan dosa-dosa yang lalu, 
Ataupun kecuaian dan kelalaian, 
Yang telah dibuat, supaya dia bertaubat, 
Ataupun mengingatkan ilmu pengetahuan, 
Ataupun pengetahuan yang dilupakan datang semula ingatan, 

Itulah yang dikatakan oleh pepatah Melayu, 

"Diam-diam ubi berisi" 

atau 
"Diam-diam tong kosong" 

atau 
"diam-diam tong berisi sampah penuh kotoran ?" 
http://www.smileycodes.info

HIKMAH BERDIAM DIRI 
Manusia berbicara setiap masa. Bicara yang baik akan membawa keselamatan dan kebaikan kepada manusia. Jika bicara tidak mengikut adabnya, manusia akan merana di dunia dan di akhirat. Di dunia akan dibenci oleh manusia lain manakala di akhirat bicara yang menyakiti hati orang lain akan menyebabkan kita tersiksa kekal abadi di dalam neraka Allah SWT. 

Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah.Oleh karena itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia. 
Banyak diam tidak semestinya bodoh, banyak bicara tidak semestinya cerdik, 
karena kecerdikan itu buah fikiran, orang cerdik yang pendiam lebih baik dari 
orang bodoh yang banyak bicara. 

HIKMAH DIAM 
1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah. 
2. Perhiasan tanpa berhias. 
3. Kehebatan tanpa kerajaan. 
4. Benteng tanpa pagar. 
5. Kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang. 
6. Istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal. 
7. Menutupi segala aib. 

Rasullulah bersabda mengenai kelebihan diam yang bermaksud: 

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam". (Riwayat Bukhari & Muslim) 

"Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya". (Riwayat At-Tarmizi) 

Menasihati orang yang bersalah , tidak salah. 
Yang salah memikirkan kesalahan orang. 

Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dengan diam. Jalan yang terbaik ialah diam kalau kita tidak dapat berbicara kearah perkara-perkara yang baik. Bicara yang baik adalah lambang hati yang baik dan bersih yang bergantung kepada kekuatan iman pada diri manusia. 

Baik Diam 
Di forward oleh: Nurqolbi 
Editor: Afdhal87

http://www.smileycodes.info


Read More

10 Hal sering diremehkan ketika Ramadhan

Di antara hal-hal penting yang harus diperhatikan itu:

1- Mengilmui ibadah di bulan Ramadhan.

Ilmu adalah pintu kebaikan. Siapa pun yang menghendaki kebaikan, dia harus memulai dengan ilmu. Maka seorang muslim yang ingin meraih kebaikan bulan Ramadhan, pastilah dia harus mengilmui ibadah yang dilakukan di bulan ini. Mengilmui tentang puasa, tentang tata cara shalat Tarawih, tentang membaca Al-Quran, i’tikaf, zakat dan ibadah-ibadah lainnya.

Sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang meremehkan hal ini. Padahal, jika mereka melakukan ibadah tanpa ilmu, bisa jadi ibadah yang mereka lakukan akan menjadi sia-sia, tidak diterima oleh Allah — ta’ala –. Akhirnya, kita pun banyak melihat bermunculan berbagai perkara ibadah yang tidak dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya — shollallohu ‘alaihi wa sallam — di bulan mulia ini. Sehingga apa yang mereka harapkan menjadi kebaikan, berbalik menjadi kerugian semata. Semoga Allah melindungi kita dari hal ini.

2- Niat ikhlas dalam puasa.

Puasa adalah ibadah yang sangat agung di bulan suci ini. Sampai-sampai Allah pun mengkhususkan ibadah ini hanya untuk-Nya. Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda,

قَالَ اللهُ عز وجل كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَام ، فَإنَّهُ لِي وَأنَا أجْزِي بِهِ

“Allah ‘azza wa jalla berfirman, semua amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu ibadah, selain harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam –. Sehingga jika kita ingin puasa kita diterima, pertama kita harus mengikhlaskan puasa kita hanya karena Allah, bukan karena ikut-ikutan rutinitas manusia atau karena niat yang lain. Selain itu, puasa kita harus sesuai dengan tuntunan atau tata cara puasa Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam –. Dan ini, tentu menuntut kita untuk memperhatikan poin pertama yang kami sampaikan di atas, yaitu ilmu.

Sekadar mengingatkan, bahwa yang dimaksud dengan niat adalah kehendak dalam hati untuk melakukan sesuatu amalan. Sehingga dalam tuntunan Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam –, niat untuk ibadah tidak perlu diucapkan dengan lisan, termasuk di antaranya niat untuk berpuasa.

3- Yang wajib lebih utama dari yang sunah.

Semangat yang menggebu terkadang menjadikan seseorang lalai dengan skala prioritas yang harusnya diperhatikan. Inilah yang sering kita saksikan pada bulan ini. Kaum muslimin terkadang lebih memerhatikan yang sunah dengan melalaikan yang wajib. Padahal seharusnya yang wajib harus lebih diperhatikan dari yang sunah, sedangkan yang sunah diusahakan tidak ditinggalkan.

Sebagai contoh, kita lihat kaum muslimin berbondong-bondong shalat Tarawih berjamaah ke masjid sampai membuat masjid tak muat, padahal shalat Tarawih tidak termasuk dalam shalat wajib. Namun sayang, mereka lupa atau lalai shalat berjamaah di masjid untuk lima shalat waktu yang notabene adalah shalat wajib.

Akan lebih parah lagi, jika ada seorang muslim yang lebih memerhatikan hal yang mubah-mubah saja dari pada hal yang wajib. Atau bahkan lebih parah dari itu, memerhatikan hal yang makruh atau haram dengan melalaikan yang wajib. Na’udzu billah min dzalik.

http://www.smileycodes.info

4- Mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.

Yang ini, nampaknya banyak dianggap remeh oleh sebagian kaum muslimin. Di antara mereka ada yang makan sahur jauh sebelum waktu sahar (akhir waktu malam menjelang terbit fajar). Bahkan di antara mereka ada yang sama sekali tidak makan sahur. Lalu ketika berbuka pun di antara mereka ada yang mengakhirkannya sampai menjelang Isya. Semacam ini tentu saja bertentangan dengan tuntunan Nabi — shollallohu ‘alaihi wa sallam –.

Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda, “Makan sahurlah, karena ada berkah dalam makan sahur.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan disebutkan pula dalam hadits Muttafaq ‘alaih (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) bahwa antara makan sahur Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — dengan adzan shubuh berselang sekitar bacaan 50 ayat al-Quran.
Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — juga bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahlul kitab adalah makan sahur.” (Riwayat Muslim)

Adapun tentang menyegerakan berbuka, Rasulullah – shollallohu ‘alaihi wa sallam – bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka masih menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan yang dimaksud menyegerakan berbuka di sini, segera berbuka setelah terbenam matahari. Karena jika seseorang menyengaja berbuka sebelum terbenam matahari padahal dia tahu, maka puasanya tidak sah alias batal.

5- Mulianya waktu.

Keagungan waktu dan urgensi memerhatikannya, sudah tidak kita ragukan lagi. Sampai-sampai ada yang mengatakan, “waktu bagaikan pedang, jika tidak kau patahkan dia yang akan menebasmu.” Maksudnya, jika waktu ini tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang baik, niscaya dia bisa menjadi bumerang yang mencelakakan kita.

Nah, di bulan mulia ini, kemuliaan waktu menjadi jauh lebih mulia dari biasanya. Namun sekali lagi sayang, banyak kaum muslimin yang lalai akan hal ini. Mereka menghabiskan waktunya di bulan Ramadhan untuk perkara kesenangan jiwa belaka. Dengan bercanda ria, berjalan-jalan, tidur, ngobrol, begadang, dan seterusnya. Padahal jika mereka mau memanfaatkannya untuk ibadah seperti membaca Al-Quran, berdzikir atau yang lain, maka sesungguhnya di bulan ini amal ibadah kita dilipatgandakan pahalanya.

6- Ramadhan bulan doa.

Di antara rahasia yang sering dilalaikan, bahwa Ramadhan adalah bulan doa. Dalam surat al-Baqarah ayat 186, Allah menyebutkan sebuah keterangan tentang doa. Bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya, dan Dia mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya. Jika diperhatikan, ayat ini Allah sampaikan di tengah-tengah ayat tentang puasa. Hal ini menunjukkan –sebagaimana dijelaskan para ulama – bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berdoa.

Terlebih lagi Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — telah bersabda, “Tiga doa yang tidak akan ditolak; doa seorang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, doa orang yang bersafar.” (Dihasankan al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3032)

http://www.smileycodes.info

7- Antara hemat dan sedekah.

Di antara keistimewaan amalan Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam – di bulan Ramadhan, beliau – shollallohu ‘alaihi wa sallam – lebih banyak bersedekah dibandingkan bulan-bulan lainnya. Padahal beliau adalah orang yang paling dermawan di bulan-bulan yang lain. Nah, tentunya ini menjadi dorongan bagi kita sebagai umat beliau — shollallohu ‘alaihi wa sallam –, untuk lebih banyak bersedekah di bulan Ramadhan.

Anjuran untuk bersedekah ini tentu menuntut kita untuk lebih berhemat dalam menggunakan harta untuk keperluan duniawi. Inilah hal yang mungkin banyak dilalaikan. Yang sering terjadi malah sebaliknya, pengeluaran untuk urusan duniawi; untuk membeli makanan sahur dan buka, dan juga untuk membeli perlengkapan menyambut lebaran, lebih diperhatikan dari pada pengeluaran untuk sedekah.

8- Keagungan malam-malam terakhir.

Ada fenomena yang perlu dikoreksi. di awal-awal Ramadhan mereka bersemangat melaksanakan ibadah seperti shalat Tarawih, membaca Al-Quran dan sebagainya. Namun semakin mendekati akhir Ramadhan, mereka mulai “lemas” dalam ibadah. Masjid-masjid yang tadinya penuh dengan jamaah, kini tinggal dua atau tiga shaf saja. Padahal Allah lebih mengagungkan malam-malam terakhir Ramadhan dibandingkan sebelumnya. Dan Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — pun bertambah giat dalam beribadah jika telah memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

9- I’tikaf.

Di antara sunnah (ajaran) Nabi — shollallohu ‘alaihi wa sallam — yang banyak dilalaikan oleh kaum muslimin adalah i’tikaf. Berdiam di masjid dan tidak keluar darinya, dalam rangka mengkhususkan diri untuk ibadah kepada Allah — ta’ala –. Ibadah ini merupakan kebiasaan yang dilakukan Nabi — shollallohu ‘alaihi wa sallam — pada 10 hari terakhir Ramadhan. Ibadah yang mulia ini sering tidak bisa dilakukan oleh kaum muslimin, karena mereka sibuk dengan persiapan menyambut hari raya. Seolah-olah, mereka sangat gembira dengan hampir selesainya bulan Ramadhan. Padahal para pendahulu kita yang shalih, merasa sedih ketika harus berpisah dengan bulan mulia ini. Lalu di manakah posisi kita dibandingkan mereka?

10- Jangan lupakan tujuan puasa.

Kita semua tentu tahu tujuan agung ibadah puasa. Namun, apakah kita sadar ketika Ramadhan telah berlalu, sudahkan kita mencapai tujuan itu? Ketakwaan, sebagai tujuan dari ibadah puasa, tidak hanya dituntut pada bulan Ramadhan saja. Bahkan ketakwaan harus senantiasa diusahakan mengiringi kita di mana pun dan kapan pun. Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda, “Bertakwalah kamu di mana atau kapan pun kamu berada.” (Riwayat at-Tirmidzi)


http://www.smileycodes.info
Read More

Copyright © Noor Atikah Ramli Designed by azhafizah.com